“Catatan” ku untuk Rumi
"Sekalipun cinta telah kuuraikan dan
kujelaskan panjang lebar,
Namun bila Cinta kudatangi aku jadi
malu pada keteranganku"
Maulana Jalaluddin Rumi Muhammad bin Muhammad bin Husin Al-Khathbi al-Bakri. Atau Lebih dikenal sebagai Jalaluddin Rumi. Seseorang yang gw kagumi akan karya-nya. Rumi gw kenal saat gw mencari seorang tokoh sastra terutama dalam hal ‘poem’, dimana pada saat bersamaan, kebanyakan orang lagi ‘tergila-gila’ akan karyanya Kahlil Gibran. Perkenalan gw pertama melalui sebuah buku Rumi yang berjudul "Kisah Keajaiban Cinta". Buku yang berisi penggalan ungkapan Rumi akan perihal Cinta.
Rumi dilahirkan di Balkh, Afghanistan,pada tahun 1207 dan meninggal pada tahun 1270 di Konya, Anatolia. Malam hari kematiannya, 17 Desember, yang disebut sebagai Sebul Arus (Malam Penyatuan) diperingati para darwis Maulawi dengan festival.Mengenai karya-karya Rumi gw sangat mengagumi cara penuturan Rumi memaparkan kata-kata yang digunakan. Menurut gw Rumi mempunyai kemampuan yang luar biasa untuk mengungkapkan pengalaman mistikal dalam bahasa yang indah dan puitis.
Rumi mulai menulis puisi ketika usianya mencapai 40 tahunan. Rumi adalah pendiri tarekat Maulawiyah atau The Whirling Dervish seperti dikenal di Barat. Disebut demikian karena salah satu ritualnya menggunakan tari berputa-putar seperti gasing. Nicholson menyebut Rumi sebagai penyair mistik paling besar sepanjang abad di dunia ini.Teori psikologinya diakui oleh Erich Fromm sebagai sangat relevan dewasa ini. Pengaruh Rumi sangat besar dalam kesusastraan dunia di Barat dan Timur. Penyair besar yang menganggap Rumi sebagai guru spiritualnya adalah Mohamad Iqbal. Karyanya yang mashur, selain Diwan Shamsi Tabriz dan Fihi Ma Fihi, adalah Mathnawi yang terdiri dari 6 jilid. Rumi menulis tak kurang dari 30.000 kuplet puisi.
Semua puisi yang di tulis oleh Rumi hampir semua makna-nya selalu mempunyai relevansi terhadap sang "Rahasia Yang Tak Terungkapkan" yaitu sang Khaliq. Yang selalu membuat Rumi meng’gilai’ akan keberadaan Nya.Seperti ungkapan salah satu puisi yang berjudul "Kepada-Mu Aku Menghadap"
O, Kau yang menghibur jiwaku di kala duka
O, Kau harta ruhku di kala pahitnya maut datang mencengkam!
Yang khayalan tak sanggup menduga, dan pengertian tak sampai menyaksikan,
Mengunjungi jiwaku dari-Mu; maka kepada-Mu aku menghadapkan doaku.
Dengan keagungan-Mu ke kehidupan abadi kutetapkan tatapan mesraku,
Kecuali, O, Raja, bila kemegahan duniawi menyesatkanku.
Pertolongan dia yang membawa kabar gembira dari-Mu,
Meski tanpa panggilan-Mu, bagi telingaku lebih merdu daripada lagu-lagu.
Walau Karunia yang tak pernah berhenti ‘kan menawarkan kerajaan,
Walau Harta benda yang Tersembunyi di hadapanku ‘kan diletakkan,
Aku akan bersujud dengan seluruh jiwaku, ‘kan kuletakkan wajahku pada debu
Aku akan berseru, "Dari semuanya ini. cinta dari yang Satu itulah yang kudambakan!"
Cinta?!…ya Rumi sudah tentu cukup banyak menulis puisi yang bertemakan Cinta. Tapi itulah, Cinta versi Rumi sekali lagi bukan hanya mempunyai makna yang kecil tapi sangat tersembunyi dan seakan-akan ber’wajah’ universal. Emang sih, puisi Rumi yang bertemakan Cinta inilah yang sangat gw sukai
Karena cinta… duri menjadi mawar
Karena cinta… cuka menjelma anggur segar
Karena cinta… pentungan jadi mahkota penawar
Karena cinta… kemalangan menjelma keberuntungan
Karena cinta… rumah penjara tampak bagaikan kedai mawar
Karena cinta… tumpukan debu kelihatan sebagai taman
Karena cinta… api yang berkobar-kobar jadi cahaya yang menyenangkan
Karena cinta… Setan berubah menjadi Bidadari
Karena cinta… batu yang keras menjadi lebut bagai mentega
Karena cinta… duka menjadi riang gembira
Karena cinta… hantu berubah jadi malaikat
Karena cinta… singa tak menakutkan seperti tikus
Karena cinta… sakit jadi sehat
Karena cinta… amarah berubah menjadi keramah-tamahan
Atau ungkapan Rumi akan Cinta seperti
Cinta adalah lautan tak bertepi, di mana langit adalah buncah buihnya
Ketahuilah bahwa semua langit yang berputar digerakkan oleh Ombak Cinta
jika tak ada cinta, dunia akan membeku…
juga beberapa ungkapan mengenai Cinta…
Apapun yang kau dengar dan katakan tentang Cinta,
itu semua hanya kulit
Sebab, inti dari Cinta adalah…Rahasia yang tak terungkapkan!!
—-
Setiap waktu yang berlalu tanpa cinta
akan menjelma menjadi wajah yang
memalukan di hadapan Tuhan
—-
Akal ‘kan sia-sia bahkan menggelepar ‘tuk menerangkan Cinta,
Bagai keledai dalam lumpur: Cinta adalah sang penerang Cinta itu sendiri
—-
Perih Cinta inilah yang membuka tabir hasrat pencinta
Tiada penyakit yang dapat menyamai dukacita hati ini
Cinta adalah sebuah penyakit karena berpisah
Isyarat dan astrolabium rahasia-rahasia Ilahi
—-
Komunitas Cinta tersembunyi diantara orang banyak
Seperti orang baik dikelilingi orang jahat
—-
MATI tanpa cinta adalah
kematian yang terburuk dari segala kematian
—-
Cinta yang tergantung pada warna bukanlah cinta:
Warna akhirnya luntur, begitulah cinta sesaat harus kau enyahkan
—-
Dalam kebenaran,pencinta tak pernah mencari suatu
yang tak disaksikan oleh kekasihnya,
Jika cahaya cinta telah menebus hati kita,
ketahuilah bahwa Cinta telah bersemayam di hati
—-
Ah…masih terlalu banyak untuk memaparkan ungkapan puisi Rumi akan Cinta. Hanya sebagian yang dapat gw paparkan disini. Bahkan di atas batu nisan Rumi, tertera sebuah ungkapan yang berbunyi :
Ketika kita mati, jangan cari pusara kita di bumi, tetapi carilah di hati manusia
Segini dulu catatan yang dapat gw paparkan mengenai seorang yang gw kagumi mengenai ‘poem’. Seseorang yang dapat mengungkapkan gambaran mistikal kedalam rangkaian kata-kata yang indah dalam sebuah puisi. Salam bagimu Rumi !!

May 26th, 2008 at 11:41 am
thanks bgt broo!
gw jg bgitu mnggumi rumi,
tp gw gk tahu harus belajar
ama spa!
June 26th, 2008 at 11:28 pm
Afwan, Tapi Tarekat Whirling Dervish ini merupakan sebuah tarekat yang S E S A T, kalau ingin penjelasannya boleh buka Blog ana di http://dhavi-al-islamiyah.blogspot.com/
dengan judul Mewaspadai Bahaya Tasawuf HAKIKAT TASAWUF DAN SUFI…
August 7th, 2008 at 12:02 am
hebat…
aku mpe diam sejenk ktka ngebaca puisina…
ihhh
jd mrinding…