[ Bung Hatta Dan Kisah Sepatu Bally ]
January 18th, 2008 by udadedePADA tahun 1950-an, Bally adalah sebuah merek sepatu yang bermutu tinggi dan tentu tidak murah. Bung Hatta, Wakil Presiden pertama RI, berminat pada sepatu Bally. Ia kemudian menyimpan guntingan iklan yang memuat alamat penjualnya, lalu berusaha menabung agar bisa membeli sepatu idaman tersebut.
Namun, uang tabungan tampaknya tidak pernah mencukupi karena selalu terambil untuk keperluan rumah tangga atau untuk membantu kerabat dan handai taulan yang datang kepadanya untuk meminta pertolongan. Hingga akhir hayatnya, sepatu Bally idaman Bung Hatta tidak pernah terbeli karena tabungannya tak pernah mencukupi.
Yang sangat mengharukan dari cerita ini, guntingan iklan sepatu Bally itu hingga Bung Hatta wafat masih tersimpan dan menjadi saksi keinginan sederhana dari seorang Hatta. Jika ingin memanfaatkan posisinya waktu itu, sebenarnya sangatlah mudah bagi Bung Hatta untuk memperoleh sepatu Bally. Misalnya, dengan meminta tolong para duta besar atau pengusaha yang menjadi kenalan Bung Hatta.
“Namun, di sinilah letak keistimewaan Bung Hatta. Ia tidak mau meminta sesuatu untuk kepentingan sendiri dari orang lain. Bung Hatta memilih jalan sukar dan lama, yang ternyata gagal karena ia lebih mendahulukan orang lain daripada kepentingannya sendiri,” kata AdiSasono, Ketua Pelaksana Peringatan Satu Abad Bung Hatta. Pendeknya, itulah
keteladanan Bung Hatta, apalagi di tengah carut-marut zaman ini, dengan dana bantuan presiden, dana Badan Urusan Logistik, dan lain-lain.
Bung Hatta meninggalkan teladan besar, yaitu sikap mendahulukan orang lain, sikap menahan diri dari meminta hibah, bersahaja, dan membatasi konsumsi pada kemampuan yang ada. Kalau belum mampu, harus berdisiplin dengan tidak berutang atau bergantung pada orang lain. Seandainya bangsa Indonesiadapat meneladani karakter mulia proklamator
kemerdekaan ini, seandainya para pemimpin tidak maling, tidak mungkin bangsa dengan sumber alam yang melimpah ini menjadi bangsa terbelakang, melarat, dan nista karena tradisi berutang dan meminta sedekah dari orang asing.
* Gue jadi teringat lagu yang di nyanyikan oleh Iwan Fals yang berjudul "Bung Hatta" *
Tuhan, terlalu cepat semua
Kau panggil satu2nya yang tersisa
Proklamator tercinta
Jujur, lugu dan bijaksana
Mengerti apa yg terlintas dalam jiwa Rakyat Indonesia…
Hujan Air mata dari pelosok Negri, Saat melepas engkau pergi
Berjuta kepala tertunduk haru
Terlintas nama seorang sahabat
Yang tak lepas dr namamu
Terbayang baktimu
Terbayang Jasamu
Terbayang jelas, jiwa sederhanamu
Bernisan bangga, berkapal doa
Dari kami yang merindukan orang
Sepertimu…
[ Pulang Kampung ! ]
November 21st, 2007 by udadedeSetelah cukup lama nggak pulang kampung nan jauah di mato… akhirnya gw berkesempatan juga melihat kampung yang cukup lama nggak gw kunjungi. Sesaat melepas rindu melihat ngarai sianok, jam gadang dan tentunya wisata kuliner disana, hehehe… sedikit oleh-oleh gambar yang ingin gw share mengenai indahnya kota Bukittinggi si Kota Wisata di Sumatera Barat…
[ JAM GADANG ]
Ini Big Ben kedua di dunia, dimana yang satunya lagi di London, Inggris =))
[ NGARAI SIANOK ]
Speechless… bagus tenannn ! onde mande… ckckckck
[ GUNUNG SINGGALANG ]
Ini gunung salah satu "penjaga" kota Bukittinggi, karena Bukittinggi di apit oleh dua gunung yaitu gunung Singgalang dan gunung Merapi. Kedua gunung ini bagi yang suka ‘climbing’ bisa menjajal-nya. Kebiasaan para pendaki disana, kalo melakukan pendakian biasanya di lakukan di malam hari. Apalagi kalo pas bulan purnama… hhhmmmhh…
[ NOVOTEL BUKITTINGGI ]
Hotel yang terletak persis di belakangnya Jam Gadang, bisa di jadikan tempat istirahat yang nyaman euy ! Karena posisinya sangat strategis sekali dekat Jam Gadang dan Ngarai Sianok serta Pasar Ateh(Atas) tempat belanja belanji !
[ JAJANAN PASAR ! ]
Tempat berkumpulnya komunitas jajanan pasar khas Bukittinggi di Pasar Ateh(Atas) - ssiiippp !! buat oleh-oleh ke rumah… borong euy !
* model by Willy "congpay"
Sebenarnya masih banyak yang bisa di explore di Bukittinggi, yaaaa.. hanya saja keterbatasan foto dan dana(loh??!) - hihihi.. Makanya segini aja dulu sedikit preview mengenai Bukittinggi. Mudah-mudahan nanti di saluran dan gelombang yang sama, akan di tampilkan lagi, ragam gambar lainnya. MERDEKA… !!
"Kampuang nan jauah di mato…."
\mL
Salam Tigo Jari
.:uda.Dede:.
[ Lobang Jepang Bukittingi = Lobang Biasa ! ]
November 21st, 2007 by udadedeMungkin sudah
lebih 10 tahun sejak terakhir kali gw memasuki lobang jepang. Yaap.. di
kampung gw(Bukittinggi) ada salah satu peninggalan semasa jajahan
jepang di negeri ini, yang sekarang telah menjadi salah satu objek
wisata selain ngarai sianok (karena tempatnya berada satu kawasan).
Lobang jepang adalah tempat para persembunyian tentara jepang saat
menguasai kota bukittinggi. Lobang ini terletak lebih kurang 20 meter
dari permukaannya. Jadi kalo mau masuk, kita harus menuruni beberapa
anak tangga dahulu. Dimana menurut cerita- dulunya pintu masuk lobang
tingginya kurang dari 1 meter dan di tutupi ilalang-ilalag. Kalo gw
ibaratkan lobang ini seperti jaring laba-laba raksasa di bawah kota
Bukittinggi, karna di dalamnya terdapat lorong-lorong yang saling
berhubungan dan ini banyak sekali.
Contohnya, kalo kita dari
luar dan berjalan turun ke bawah ngarai sianok, kita akan menemukan
beberapa pintu keluar. Bahkan sampai ke aliran sungai (paling bawah
ngarai) - kita pun bisa menjumpai pintu keluarnya. Kabarnya gedung
Triarga(dekat Jam Gadang) pun ada pintu keluarnya, jaraknya sekitar 300
meter dari lobang Jepang. Dan pas gw SMA ada suatu kejadian yang cukup
menggemparkan, bahwa ada sekelompok anak SMA yang mencoba memasuki satu
lorong dari dalam lobang jepang, mereka keluarnya di kota Batusangkar !
padahal jarak kota tersebut dari Bukittinggi lebih puluhan kilometer.
Sampai melibatkan Kopasus dalam upaya pencarian para pelajar ini.
Makanya karena kejadian ini, sejak saat itu semua pintu masuk di dalam
lorong-lorong ditutup pake papan tebal oleh pemerintah setempat.
Hhhmmm….
Oke balik ke cerita pengalaman gw kemaren ini masuk
ke lobang jepang, adapun yang ingin gw tuliskan disini sebenarnya
sedikit bentuk kekecewaan dalam pandangan gw, kenapa? karena jujur
sebelum memasuki lobang tersebut, gw masih ngebayangin kondisi lobang
tersebut saat terakhir kali gw masuk, dindingnya masih tanah gitu,
lembab dan gelap di beberapa lorongnya, suhunya berasa dinginnn gitu.
Apalagi kalo sambil dengerin cerita yang di paparkan sama tour guide
tentang lorong dan ruangan-ruangan yang ada, cukup mencekam
bangettt… dan lebih kurang kita bisa membayangkan bagaimana perlakuan
dan kekejaman tentara Jepang dulunya di negeri ini. Karena dari tiap
lorong dan ruangan yang ada di dalamnya mempunyai fungsi masing-masing.
Balik
ke cerita lagi…. ternyata, setelah gw masuk menuruni anak tangga ke
dalam lobang tersebut gw, jadi kagett, haaahh…!!!? ada apa ini?
kenapa semua dinding lobang sudah di tutupi oleh semen dimana-mana,
jalan masuk lorong sudah ditutupi oleh batako-batako, lampu penerangan
sudah ada dimana-mana. Sebenarnya its ok lah, kalo soal batako atau
lampu-lampunya, TAPI
satu hal yang membuat gw kecewa (jujur) adalah semen-semen yang sudah
menutupi hampir seluruh dinding lobang (plus coretan2 tangan2 jahil di
beberapa dindingnya yang ketara banyak jeleknya !). Selain itu, ada
beberapa ruangan dalam lobang menurut tour guidenya bakal di bikin
bioskop mini dan dijadiin cafe !! What the hell ??!! Jujur gw sedikit
kecewa dengan perubahan yang ada didalam lobang jepang….
Lalu gw nanya
ke tour guidenya siapa yang melakukan ini semua? dia bilang ini semua
di lakukan karena adanya dana bantuan dari pemerintah jepang. Dengan
tujuan, agar lobang ini bisa terawat. Aaahh, terus terang gw kecewa euy
lihat kondisinya, oke lah mungkin ada benarnya juga, agar lobang ini
jadi kokoh kalau-kalau ada gempa sehingga bakal aman untuk dimasuki.
Hanya saja,menurut gw kalo semua dinding lorongnya di lapisi semen,
kesannya udah jadi moderen gitu, bener-bener udah nggak ada lagi nilai
historynya, udah nggak ada kesan kalo tempat tersebut menjadi saksi
bisu bagaimana kekejaman tentara jepang, karena di lobang jepang inilah
para romusha dan rakyat indonesia di sekap, dihabisi dan mayatnya di
buang ke bawah ngarai sianok oleh tentara jepang. Dengan adanya lapisan
semen dimana-mana(hampir seluruh lorong dan ruangannya) menjadikan
kesan tempat ini hanyalah seperti torowongan biasa, udah nggak ada lagi
uniknya, apalagi kalo memang bakal ada cafe segala nantinya. Lengkap
sudah moderenitas dari lobang bersejarah ini.
Padahal
dulu saat terakhir gw masuk, gw bener-bener merinding masuk ke dalam
lobang jepang ini, dinding yang masih tanah, begitu juga lorong-lorong
dan ruangannya. Sehingga kita masih bisa mencium bau tanah tersebut.
Apalagi melihat beberapa ruangan seperti ruang penjara (yang tingginya
lebih kurang 1 meter) - sekarang udah nggak ada lagi gw liat, udah
berubah jadi ruangan besar, "dapur" tempat introgasi dan pembantaian
sudah menjadi ruangan yang semuanya dilapisi semen, kesannya seperti
ruangan kosong nggak ada apa-apanya.
Bukan maksud gw menaifkan
bantuan dan perubahan yang ada, karena seperti gw bilang sebelumnya
mungkin ada tujuan dan sisi baiknya tapi dengan merubah total hampir
semua lorong dan ruangan didalamnya ! justru makin menghilangkan
nilai-nilai historisnya. Kini, bagi gw pribadi, udah nggak ada lagi
uniknya lobang jepang tersebut. Karena yaitu tadi, kondisi sekarang ini
hanya meninggalkan kesan bahwa lorong-lorong tersebut nggak lebih
sekedar lobang biasa yang berada di dalam tanah.. itu saja
\mL
Salam Tigo Jari
.:uda.Dede:.
[ Yuk !... Promosiin Wisata Indonesia ! ]
November 21st, 2007 by udadedeJika Anda punya waktu luang…
Yuk ! kita bantu promosiin wisata negeri sendiri - yaa itung-itung menunjukkan kecintaan terhadap negeri ini.
Caranya mudah kok, masuk saja ke:
* www.trulyindonesia.com
* Daftar jadi member
* Upload koleksi foto-foto keindahan alam indonesia yang anda miliki (gambar nggak boleh lebih 800×1200)
* Share informasi ini kepada teman-teman anda.
Ayoo ! kita dukung Visit Indonesia 2008 !
C’mon… show yourself
Proud to be Indonesian !
\mL
salam tigo jari
.:udaDede:.
[ Wakil Yang Tidak Mewakilkan Rakyat ]
June 10th, 2007 by udadedewahai kau… !
para durjana wakil rakyat
bisamu hanya duduk lalu tidur
saling berdebat, sikut dan tampar
berebut kue yang berlabel kekuasaan
kau teriak semburkan ludah
ngoceh soal keadilan - kemakmuran
tapi kau rampas dan injak
hak kami sebagai warga negara
yaa kau… !
sekelompok idiot yang gemar bersafari
berselimut hangat nepotisme
dan bersenyawa kolusi
paling suka permainkan konstitusi
kau pendusta yang bermental korup
selalu patuh jadi budak kekuasan
dasar jiwa-jiwa yang persetan
dengan nafsu imperialis racuni jiwa
kau lacurkan ibu pertiwi dan
hujamkan belati dijantung ideologi bangsa
masih terjajah kami
dan belum sama sekali merdeka
masih kau… !
bangsat-bangsat bertopeng anak negeri
mabuk berpesta kuras habisi uang rakyat
tak pernah peduli - peduli apa ??!
kau sengaja tuk matikan nurani
tak mau sejenak lihat disana
ratusan parade penganggur terduduk dijalanan
beribu mulut rakyat menganga kelaparan
ratusan ribu bersimbah kebodohan
dan jutaan lainnya terkapar kemiskinan
hoi kau… !
para boneka yang berjiwa kapitalis
jangan lagi bicara soal nasionalisme
kau rontokan cita-cita negeri ini
sudah waktunya bagi kami jungkirkan
para setan yang tertidur duduk mengangkang
kepalkan tangan dan
teriakan suara perlawanan
pada politikus-politikus murtad
tuk BANGKIT dan LAWAN !!!
[ begitu jelas ]
April 9th, 2007 by udadedeterlukis begitu jelas
bayang wajah dan senyummu
hadirmu redakan hujan yang basahi hati
bagai cahaya pada rintik air membias
yang menjelma bagai warna-warni pelangi
hiasi mega alam khayalku
ya semua terlukis
begitu jelas bagiku…
[ tak lagi ]
April 9th, 2007 by udadedebiarlah jika tetes cintamu
tak lagi basahi hati ini
sudahlah jika kasihku
tak lagi bisa hangatkan hatimu
cabutlah akar cintamu kini
sebelum ia terhujam lebih dalam
kan ku kumpulkan pecahan rindu hati
yang tlah begitu keras kau hempaskan
aku tak kan jua memaksa
jika kau tak ingin lagi labuhkan rasa
pasti kan kucoba tuk hapuskan
garis wajahmu dari ruang khayalku
jelas tak semestinya kusayangi
untuk satu hati yang tlah mati
dan tak seharusnya aku jalani
jika cintamu jeritkan suara hati
sungguh berat tuk rela ku lepaskan
tapi lebih baik daripada kau genangkan lara
sungguh aku kan belajar dari mu
bagaimana kau dapat melupakan semua
hingga aku mampu pergi
membawa diri ini menjauh darimu
karena sudah tak ada lagi
hatimu yang dulu mencintaiku
apa adanya….
[ gejolak ]
April 5th, 2007 by udadedejauh sudah jalanku
yang tlah ku lalui
terkadang berliku
terkadang kelabu
dalam langkah… gejolak jiwa
lelah aku mencoba
untuk mengerti semua
hasrat yang selalu berbeda
hasrat yang kian terpisah
dalam langkah… gejolak jiwa
biarkan
luka membelai nestapa
cukup sudah terungkap
bias warna hitam dan putih
antara kita…
[ Ketiadaan Yang Ada ]
April 5th, 2007 by udadedegulita sekelilingku
bayangan tak menemani
diri dalam keresahan
jiwaku bertanya
adakah maknanya telah hilang
bayangku ataukah makna
di dalam keseharian
kini tenggelamkan daku
dalam ketiadaan
melalui samudera khayalan
adakah garis yang nyata
antara hidup dan mati
damai terasa semu
disaatku bertandang
sukmaku gelisah bertanya
pernahkah alam memberi
jawaban buat insani
bagai hidup sendiri
dalam malam mimpi
hingga suatu pagi menanti…..











